Kamis, 01 Maret 2012

LAPORAN TITIK BERAT


Laporan Praktikum
Fisika
Titik Berat

Nama : NEUR
No : 11
Kelas   :  XI IPA 2







KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga laporan ini dapat segera diselesaikan.
Laporan ini disusun dengan judul “Laporan Praktikum Fisika Titik Berat”.

Laporan ini disusun untuk melengkapi tugas mata pelajaran FISIKA. Kegiatan tersebut dapat menumbuhkan sikap dan kepribadian siswa untuk mengetahui pengetahuan-pengetahuan yang didapatkan dari pemelajaran “Praktikum FISIKA”.

Tak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini. Penyusun menyadari laporan ini jauh dari kesempurnaan, saran dan kritik dari pembaca sangat diharapkan.

Semoga laporan ini berguna bagi teman-teman dan segenap pembaca yang turut membaca laporan ini.

Sentolo, Februari 2012

Penyusun



DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL            . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
KATA PENGANTAR         . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
DAFTAR ISI                         . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
A.    TUJUAN                          . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
B.     DASAR TEORI               . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
C.     ALAT DAN BAHAN      . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
D.    CARA KERJA                 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
E.     HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN   . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
F.      KESIMPULAN                . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
DAFTAR PUSTAKA            . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .




A.    TUJUAN
Menentukan titik  berat dengan percobaan

B.      DASAR TEORI
PUSAT MASSA DAN TITIK BERAT
Setiap benda terdiri ataspartikel-partilkel yang masing-masing memiliki berat. Resultan dari seluruh berat partikel inilah yang disebut dengan gaya berat benda. Titik tangkap gaya berat benda inilah yang dinamakan titik berat.
Pusat massa dan titik berat suatu benda memiliki pengertian yang sama, yaitu suatu titik tempat berpusatnya massa/berat dari benda tersebut. Perbedaannya adalah letak pusat massa suatu benda tidak dipengaruhi oleh medan gravitasi, sehingga letaknya tidak selalu berhimpit dengan letak titik beratnya.
1. PUSAT MASSA
Koordinat pusat massa dari benda-benda diskrit, dengan massa masing-masing M1, M2,....... , Mi ; yang terletak pada koordinat (x1,y1), (x2,y2),........, (xi,yi) adalah:
X = ( Mi . Xi)/(Mi)
Y = ( Mi . Yi)/(Mi)
2. TITIK BERAT (X,Y)
Koordinat titik berat suatu sistem benda dengan berat masing-masing W1, W2, ........., Wi ; yang terletak pada koordinat (x1,y1), (x2,y2), ............, (xi,yi) adalah:
X = ( Wi . Xi)/(Wi)
Y = ( Wi . Yi)/(Wi)
LETAK/POSISI TITIK BERAT
1.      Terletak pada perpotongan diagonal ruang untuk benda homogen berbentuk teratur.
2.      Terletak pada perpotongan kedua garis vertikal untuk benda sembarang.
3.      Bisa terletak di dalam atau diluar bendanya tergantung pada homogenitas dan bentuknya.
Sifat - sifat :
1. Jika benda homogen mempunyai sumbu simetri atau bidang simetri, maka titik beratnya terletak pada sumbu simetri atau bidang simetri tersebut.
2. Letak titik berat benda padat bersifat tetap, tidak tergantung pada posisi benda.
3. Kalau suatu benda homogen mempunyai dua bidang simetri ( bidang sumbu )
4.    maka titik beratnya terletak pada garis potong kedua bidang tersebut.
5.    Kalau suatu benda mempunyai tiga buah bidang simetri yang tidak melalui satu garis,
6.    maka titik beratnya terletak pada titik potong ketiga simetri tersebut.

C.    ALAT DAN BAHAN
·         batu kerikil
·         benang jahit
·         paku
·         kertas karton
·         mistar
·         pensil
·         pelubang kertas
·         gunting
·         jangka

D.     CARA KERJA
Cara kerja 1
1.      Siapkan alat dan bahan
2.      Buatlah bangun-bangun datar (persegi panjang, lingkaran, segitiga sama sisi, segitiga siku-siku sama kaki, segitiga siku-siku sembarangdan bangun sembarang) menggunakan kertas karton
3.      Lubangi setiap bangun dengan pelubang kertas, sebanyak dua lubang
4.      Iklatlah batu kerikil menggunakan benang jahit
5.      Pasang paku pada dinding atau pintu
6.      Masukkan salah satu lubang pada salah satu bidang datar di paku yang telah ditancapkan.
7.      Gantungkan benang jahit yang telah diberi kerikil pada paku, usahakan bangun dapat bergerak dengan bebas.
8.      Setelah posisi seimbang tandai letak benang pada kartin pada dua tempa dengan menggunakan pensil
9.      Lepaskan benang, kemudian ambil kartonnya.
10.  Tariklah garis melalui dua tanda yang telah dibuat.
11.  Lakukan cara ke 6-10 pada lubang ke dua.
12.  Lakukan cara ke 6-11 pada bangun yang lain.

Cara kerja 2
1.      Siapkan alat dan bahan
2.      Buatlah bangun-bangun datar (persegi panjang dilubang, lingkaran dilubang, setengah lingkaran, juring lingkaran ) menggunakan kertas karton. Ukuran sama dengan percobaan 1.
3.      Lubangi setiap bangun dengan pelubang kertas, sebanyak dua lubang
4.      Iklatlah batu kerikil menggunakan benang jahit
5.      Pasang paku pada dinding atau pintu
6.      Masukkan salah satu lubang pada salah satu bidang datar di paku yang telah ditancapkan.
7.      Gantungkan benang jahit yang telah diberi kerikil pada paku, usahakan bangun dapat bergerak dengan bebas.
8.      Setelah posisi seimbang tandai letak benang pada kartin pada dua tempa dengan menggunakan pensil
9.      Lepaskan benang, kemudian ambil kartonnya.
10.  Tariklah garis melalui dua tanda yang telah dibuat.
11.  Lakukan cara ke 6-10 pada lubang ke dua.
12.  Lakukan cara ke 6-11 pada bangun yang lain.
13.  Bandingkan dengan percobaan 1.




E.      HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
PERCOBAAN KE 1


Skala = 1:2
Pada perpotongan dua garis berat, akan didapat titik yang disebut titik berat yang diberi simbol Zo. Dalam percobaan ini titk berat lingkaran 2,25 cm dari tepi lingkaran. Jadi titik berat lingkaran tersebut tepat berada pada setengah diameter dari tepi lingkaran.


Skala = 1:2
Perpotongan dua garis berat pada bangun persegi panjang diatas , akan membentuk titik yang disebut titik berat yang diberi simbol Zo. Dari hasil percobaan didapat bahwa, titik berat bangun tersebut 2 cm dari tepi bawah, dan 3,5 cm dari tepi kanan. Jadi titik berat bangun tersebut berada tepat setengah dari panjang masing-masing sisi.

Skala = 1:2
Pada perpotongan dua garis berat, akan didapat titik yang disebut titik berat yang diberi simbol Zo. Dalam percobaan ini titik berat segitiga siku-siku sembarang berada pada 2 cm dari tepi bawah bangun. Jadi titik berat bangun tersebut tepat berada pada 1/3  tingginya.


Skala = 1:2
Pada perpotongan dua garis berat, akan didapat titik yang disebut titik berat yang diberi simbol Zo. Dalam percobaan ini titik berat segitiga sama sisi berada pada  2 dari tepi bawah bangun, diketahui tinggi bangun 6 cm. Jadi titik berat lingkaran tersebut tepat berada pada 1/3 dari tinggi bangu tersebut.


Skala = 1:2
Pada perpotongan dua garis berat, akan didapat titik yang disebut titik berat yang diberi simbol Zo. Dalam percobaan ini titik berat bangun sembarang berada pada 2,5 dari tepi bawah. Pada penyelesaian titik berat pada bangun sembarang, tidak ad rumus yang pasti karena bentuk-bentuknya yang tidak berarturan, maka cara yang dibutuhkan adalah dengan mencari titik koordinat pada bidang datar tersebut.

PERCOBAAN KE 2

Skala 1:2
Pada perpotongan dua garis berat, akan didapat titik yang disebut titik berat yang diberi simbol Zo. Dalam percobaan ini titik berat lingkaran berada pada 0,3 cm dari titik berat lingkaran yang belum dilubangi. Dengan menggunakan perhitungan didapat hasil 0,375cm. Jadi titik berat bangun tersebut tepat berada pada 1/6  jari-jarinya.

Skala 1:2
Pada perpotongan dua garis berat, akan didapat titik yang disebut titik berat yang diberi simbol Zo. Dalam percobaan ini titik berat juring 1/4 lingkaran berada pada 3 cm dari titik pusat lingkaranya.

Skala 1:2
Pada perpotongan dua garis berat, akan didapat titik yang disebut titik berat yang diberi simbol Zo. Dalam percobaan ini titik berat bangun persegi panajang yang dilubang berada pada 1cm dari titik berat persegi panjang yang belum dilubang.

Skala 1:2
Pada perpotongan dua garis berat, akan didapat titik yang disebut titik berat yang diberi simbol Zo. Dalam percobaan ini titik berat bangun berada pada 1,2 cm dari tepi bawah bangun. Jika dihitung menggunakan rumus  didapat hasil 1,3 cm. Maka terbukti dengan hasil yang selisih sangat sedikit.


F.      KESIMPULAN
Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa :
1.      Titik berat pada lingkaran berada pada setengah diameternya
2.      Titik berat pada segitiga berada pada  tingginya
3.      Titik berat pada bangun sembarang hanya dapat diketahui melalui pencarian koordinat atau dengan percobaan.
4.      Pada bangun datar yang terbentuk dari beberapa bangun yang digabung selain dapat diselesaikan dengan percobaan, juga dapat diselesaikan melalui perhitungan titik koordinat.



DAFTAR PUSTAKA
Nulhakim,Lukman. 2007.Belajar Efektif Fisika (Untuk SMA /MA Kelas XI IPA). Jakarta: PT Intermedia Ciptanusantara.

2 komentar:

  1. gada gambarnya ,, percuma cuma penjelasan doank..
    gakan nalar orang yg ngebaca.

    BalasHapus
  2. THANKS YAWH.. Ini sngt membntu saya!!!!

    BalasHapus